25 Feb 2011

Hati yang sakit

Hati sedih dan sakit. Disimpan dalam-dalam.
Lalu berpesan pada diri...


"Nadiah, kalau ada kawan jadikanlah dia teman, kalau ada teman jadikanlah dia sahabat. Adab berkawan, bermasam muka dan kadang terasa. Yang penting sejauh mana huluran maaf mampu dihadiahkan. Kita mengharap dia tahu tetapi kita tak pernah memberitahu. Kita mengaharap dia faham, tetapi kita tak pernah memberi faham."


Pesanan lagi..


"Nadiah, bila berteman, usah mengharap dia meminta, tetapi selalulah kita yang memberi. Samaada dia tahu atau tidak, apa yang pasti Allah tahu. Bila berteman, jangan terlalu berharap untuk dia memahami, kerna dia hanya insan biasa. Pujuklah diri dengan senyuman, bahagiakan diri dengan iman."


dan berpesan lagi...


"Nadiah, kenapa dilupakan teman yang sentiasa disisi. Yang sama bersusah dan bersenang. Yang sama mengorak langkah di malam gelita, yang sama meredah sejuk menanti musim bunga, yang sama berpenat dan menahan lelah, biarpun cuma datang menunjuk muka."


Hati lantas meluahkan...


"Sedih bila melihat teman2. Yang muncul diwaktu senang, dan pulang bila kita memerlukan. Yang datang sekadar untuk meraikan, walaupun hakikatnya hati mengharap untuk sama meringankan tulang..."


Maka hati membuat kesimpulan..


"Bila ada program, jadilah mereka yang datang awal dan tolong susun kerusi meja, bukan sekadar datang dan terus menjadi penonton. Bila ada program, jadilah mereka yang lambat pulang dan tolong kemas kerusi meja, bukan sekadar pulang sebagai tetamu jemputan. Bila berada dalam persatuan, jadilah ahli yang menawarkan diri untuk membantu, bukan sekadar menunggu untuk diarahkan. Pemimpin atasan juga punya perasaan, terkadang segan bila terlalu selalu memohon sumbangan."


Maka pesanlah pada diri... Ubatilah hati yang sakit...

2 comments:

su_zul said...

Salam.

My dear Nadiah..
Remember the talk from DIW on the second day?

How Rasulullah saw treat the old woman that saying bad thing about Muhammad b Abdullah. At that time, the prophet saw was holding her heavy stuff.

Remember, what he did that moment? Just smile.. Yes just smile.

Of course,he is the prophet. We are just normal human being. Not maksum. But we can still have patience.

Together, we take a deep breath, and smile. :)

Nadiah Baharin said...

Jzkk for the advice and reminder.
Just couldn't help myself from being so emotional.... and it is sooooo not good..=(

Da'wah is not an easy thing, through it we'll find hardship, failure, dissapointment and many more.

But, to understand the meaning of dakwah, is a great pleasure from Allah. I'm so happy to know that there are so many brothers and sisters besides me. Those who are very passionate and dedicated to spread the word of almighty God, Allah swt, our creator...

Jzkk...